arifmarwanto08's blog
mencari dan memberi yang terbaik

“ PERCOBAAN KISARAN INANG”

Juni 20th 2010 in Academic

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU HAMA TUMBUHAN DASAR

“ PERCOBAAN KISARAN INANG”

Kelompok : 3

Arif Marwanto

A34080062

Dosen : Nina Mariana, M. Sc

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hama adalah makhluk hidup yang menjadi pesaing, perusak, penyebar penyakit, dan pengganggu semua sumber daya yang dibutuhkan manusia. Definisi hama bersifat relatif dan sangat antroposentrik berdasarkan pada estetika, ekonomi, dan kesejahteraan pribadi yang dibentuk oleh bias budaya dan pengalaman pribadi. Pengkategorian serangga hama didasarkan pada sumber daya yang dipengaruhinya. Tiga kategori umum hama serangga adalah hama estetika, hama kesehatan, serta hama pertanian dan kehutanan. Hama estetika mengganggu suasana keindahan, kenyamanan, dan kenikmatan manusia. Hama kesehatan menimbulkan dampak pada kesehatan dan kesejahteraan manusia berupa luka, ketidaknyamanan, stress, sakit, pingsan, dan bahkan kematian. Sekitar 50% dari seluruh jenis serangga penghuni bumi merupakan serangga herbivora yang dapat merusak tanaman pertanian dan kehutanan secara langsung atau pun tidak langsung.

Kisaran inang suatu serangga dapat luas atau sempit tergantung serangganya. Secara umum serangga fitofag dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu : serangga monofag, oligofag, dan polifag. Serangga monofag merupakan serangga yang hanya makan pada satu spesies tertentu dari satu famili. Sedangkan serangga oligofag merupakan serangga yang dapat memakan tanaman dari spesies beberapa spesies yang masih dalam satu famili. Dan serangga polifag merupakan serangga yang dapat memakan berbagai jenis tanaman dalam berbagai famili.

BAB 2

BAHAN DAN METODE

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini, antara lain : tiga jenis larva serangga yaitu larva Erionata thrax, larva Crocidolomia binotalis, larva Helicoverpa armigera, sedangkan jenis tanamannya yaitu daun pisang (Musaseae), daun kangkung (Ipomoeaceae), daun talas (Colocaceae), daun brokoli (Cruciferae), daun caisin (Cruciferae), baby corn (Poaceae), buncis, dan tomat (Solanaceae). Sedangkan alat-alat yang digunakan yaitu : kertas buram, kertas label, cawan petri, pensil atau alat tulis lainnya, kuas kecil dan gunting.

Metode yang akan dilakukan dalam pratikum kisaran inang yaitu diawali dengan menyiapkan wadah yang digunakan untuk meletakkan larva dari serangga yang akan diamati. Jika inangnya berupa daun dapat digunakan cawan petri, sedangkan untuk  inang jagung dan buah tomat digunkan wadah plastik. Untuk masing-masing grup mendapat 9 wadah yang terdiri dari 7cawan petri dan 2 wadah plastik. Setelah alat dan bahan tersedia dan tempat untuk meletakkan inang telah disiapkan, lakukan pengguntingan kertas buram, yang akan digunakan sebagai alas cawan petri dan wadah plastik. Lalu kertas alas dilembabkan dengan meneteskan air sedikit saja dan usahakan jangan sampai terlalu basah, jika terlalu basah dapat menimbulkan cendawan. Sesudah itu, daun-daun untuk percobaan disiapkan dengan ukuran masing-masing 5cm x 5 cm, sedangkan untuk    jagung panjang 3 cm, untuk tomat dan kedelai    satu buah, daun-daun, tongkol jagung, buah tomat atau kedelai tersebut diletakkan didalam wadah. Satu wadah diisi dengan satu daun atau buah atau polong. Satu larva serangga masing-masing dimasukan ke dalam satu wadah yang telah disiapkan. Usahakan larva serangga tersebut telah dilaparkan terlebih dahulu selama 24 jam. Larva diletakan ditengah-tengah wadah, dengan hati-hati dan menggunakan kuas kecil. Setiap wadah dengan masing-masing perlakuan diberi label, agar tidak tertukar antara wadah yang satu dengan wadah yang lain. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam. Pengamatan meliputi : apakah daun dimakan atau tidak, dan jumlah luas daun yang dimakan untuk setiap perlakuan (dalam %). Dari hasil pengamatan dibuat pengelompokkan untuk ketiga jenis spesies larva: serangga monofag, oligofag, atau polifag. Data yang dipakai dalam laporan adalah data kelompok, data per grup dijadikan sebagai ulangan. Setelah selesai percobaan pakan serangga percobaan.

BAB 3

HASIL PENGAMATAN

Pada tiga wadah plastik yang berisi larva Helicoverpa armigera di dapatkan hasil yang berbeda dari ketiga wadah tersebut. Untuk wadah plastic yang berisi  tomat (Famili : Solanaceae)  banyaknya buah  yang dikonsumsi oleh Helicoverpa armigera sebesar 10%. Sedangkan pada wadah plastic yang berisi  buncis (Famili : Leguminoceae) banyaknya  buah yang dikonsumsi oleh Helicoverpa armigera sebesar 13%. Pada wadah plastic yang berisi   jagung semi/baby corn (Famili: Poaceae) banyaknya  buah  yang  dikonsumsi oleh Helicoverpa armigera sebesar 25%. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa serangga  Helicoverpa armigera khususnya pada stadium larva merupakan serangga jenis Polifag ( hidup dan makan pada berbagai  spesies pada berbagai famili ).

Pada tiga cawan plastik yang berisi larva Erionota thrax di dapatkan hasil yang berbeda juga dari ketiga cawan plastik tersebut yaitu untuk cawan plastic yang berisi daun kangkung (Famili: Ipomoeaceae) banyaknya  daun yang dikonsumsi sebesar 30%, pada cawan yang berisi daun pisang (Famili: Musaceae) banyaknya daun yang dikonsumsi sebesar 100% sedangkan pada cawan yang berisi daun talas (Famili: Colocaceae) banyaknya daun yang dikonsumsi sebesar 10%. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa serangga  Erionota thrax khususnya pada stadium larva merupakan Monofag (hidup dan makan hanya pada satu atau beberapa spesies dalam satu famili tertentu).

Pada tiga cawan plastik yang berisi larva Crocidolomia binotalis juga di dapatkan hasil yang berbeda dari ketiga cawan plastik tersebut yaitu  untuk cawan yang berisi daun kubis (Famili : Cruciferae) banyaknya daun yang dikonsumsi oleh larva Crocidolomia binotalis sebesar  20%. Sedangkan pada cawan yang berisi daun caisin (Famili: Cruciferae) daun yang dikonsumsi sebesar 33%. Dan pada daun talas (Famili: Colocaceae) daun yang berhasil dikonsumsi  oleh Crocidolomia binotalis sebesar 0%. Berdasarkan hasil praktikum menandakan bahwa serangga Crocidolomia binotalis khususnya pada stadium larva merupakan Oligofag ( hidup dan makan pada berapa spesies dalam satu famili ).

BAB 4

PEMBAHASAN

Pada kehidupan sehari-hari banyak ditemukan bermacam-macam ulat yang sangat merugikan bagi manusia terutama bagi petani. Hal ini terjadi,  karena ulat sering memakan tanaman pertanian terutama bagian daun dan buahnya. Untuk mengetahui berbagai jenis tanaman yang disukai serangga dan untuk mengelompokkan serangga kedalam beberapa jenis fitofag, maka harus dilakukan pratikum kisaran inang. Percobaan kisaran inang kali ini menggunakan tiga serangga dari ordo Lepidoptera, yaitu Erionata thrax ( famili : Hesperiidae), Crocidolomia binotalis ( famili : Pyralidae ), Helicoverpa armigera ( famili : Noctuidae ).

Larva  Erionota thrax biasanya disebut ulat penggulung daun dan menyebar di Asia Tenggara. Ulat ini menyerang pisang buah, pisang hias, dan pisang serat. Daun yang diserang biasanya digulung untuk melindungi dirinya, terutama yang tua. Ulat yang masih muda memotong tepi daun miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil Gejala: larva instar awal membuat irisan miring pada tepi daun dan menggulung ke atas bagian yang terpotong sebagian dan lambat laun gulungan makin lebar.  Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun dan gulungan daun. Curah hujan yang tinggi menekan populasi instar awal.  Pada daerah yang terlindung dari angin populasi hama tinggi. cukup tinggi, menyebabkan semua daun tanaman habis dimakan sehingga tinggal tulang-tulang daun yang bergantungan, sehingga serangga tersebut digolongkan sebagai hama utama tanaman pisang.

Pada praktikum ini ulat Erionota thrax sengaja diberi tiga jenis makanan yaitu daun  pisang (Musaseae), daun kangkung (Ipomoeaceae), dan daun talas (Colocaceae). Ternyata setelah diamati selama beberapa hari ulat ini hanya memakan daun pisang, sementara daun yang lain hampir tidak dimakan. Hal ini terjadi karena Erionota thrax merupakan serangga monofag yang hanya memakan satu jenis spesies dari satu famili tertentu  yaitu  pisang (famili Musaseae).

Larva Helicoverpa armigera merupakan ulat pemakan tanaman buah. Salah satu tanaman buah yang sering diserang oleh Helicoverpa armigera yaitu tanman jagung, terutama dibagian tongkolnya. Larva Helicoverpa armigera tidak hanya menyerng didaerah sentral pertanian akan tetapi larva ini juga menyerang di daerah pengembangan pertanian. Beberapa inang yang diserang ulat penggerek tongkol jagung antara lain tomat, kedelai, kapas, embakau, sorgum. Cara larva ini menyerang tongkol jagung yaiu melalui peletakan telur secara single (satu) diatas rambut jagung, setelah menetas berpindah kebagian tongkol jagung yang masih muda dan memakan langsung biji jagung. Helicoverpa armigera, juga dikenal sebagai serangga Langka di Inggris yaitu ngengat yang larvanya diketahui makan beragam tanaman termasuk berbagai tanaman yang dibudidayakan oleh manusia. Mereka adalah hama utama di kapas dan di antara yang paling polifag dan kosmopolitan hama. Karena setelah diamati selama beberapa hari Larva Helicoverpa armigera selalu menghabiskan ketiga jenis makanan yang diberikan yaitu tongkol jagung, buah tomat, buncis. Dan ketiga jenis makanan tersebut terdiri dari family yang berbeda, karena hal tersebut Larva Helicoverpa armigera dapat dikategorikan sebagai serangga polifag yaitu serangga yang memakan berbagai makanan dari berbagai spesies dan berbagai family. Helicoverpa armigera telah mengembangkan resistansi terhadap berbagai macam insektisida, sehingga hama ini sulit untuk dikendalikan.

Larva Crocidolomia binotalis biasanya disebut ulat titik tumbuh. Larva Crocidolomia binotalis sangat rakus karena memakan daun muda dn dung yang sudah tua pad tanaman kubis. Ulat ini menyerang bagian dalam tanaman yang terlindung daun hingga mencapai titik tumbuh. Jika serangan ini berasosiasi dengan penyakit, maka akan menyebabkan kematian karena bagian dalamnya   busuk. Pada praktikum kisaran inang larva Crocidolomia binotalis diberi tiga jenis daun yaitu daun talas ( Colocaceae ), daun caisin (Cruciferae ), dan daun brokoli ( Cruciferae ). Setelah beberapa hari ternyata, ulat ini memakan daun caisin dan daun brokoli, sementara daun talas hampir tidak dimakan sedikitpun. Hal ini terjadi karena Crocidolomia binotalis merupakan serangga merupakan serangga oligofag yaitu serangga yang memakan beberap spesies tanaman yang masih dalam satu family.

BAB 5

KESIMPULAN

Dari praktikum kisaran inang dapat disimpulkan bahwa serangga fitofag dapat dikelompokkam menjadi tiga kelompok yaitu Erinota thrax merupakan serangga monofag(hidup dan makan pada satu spesies dari satu famili Musaseae) yang hanya memakan daun  pisang. Crocidolomia binotalis merupakan serangga oligofag(hidup dan makan pada beberapa spesies dalam satu famili). yang memakan daun caisin dan daun brokoli, famili Cruciferae. Sedangkan Helicoverpa armigera merupakan serangga    polifag( hidup dan makan pada berbagai  spesies pada berbagai famili ) yang memakan buncis ( Fabaceae ), tomat (Solanaceae), dan baby corn(Poaceae) .

DAFTAR PUSTAKA

Price, P.W.  1975.  Insect ecology: Coevolotion of prey and predator.  John Wiley & Sons Inc.  514 p.

Roger, D.  1972.  Random searching and insect population models.  J. Anim. Ecology. 41: 369 – 383.


Comments are closed.

LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU HAMA TUMBUHAN DASAR
” Field Trip Cinangneng ”

Kelompok :3
Nama : Arif Marwanto (A34080062)

Dosen :
Idham Sakti Harahap

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010

BAB 1
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Hama, dapat dikatakan sebagai mahluk [...]

Previous Entry

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Di Indonesia terdapat tiga jenis hama penghisap polong yaitu Nezara viridula, Piezodorus hybneri, dan Riptortus linearis.  Siklus hidup R. linearis meliputi stadium telur, nimfa yang terdiri atas lima instar,dan stadium imago. Imago berbadan panjang dan berwarna kuning kecokelatan dengan garis putih kekuning-an di sepanjang sisi badannya(Tengkano dan Dunuyaali 1988).
Imago datang pertama kali di [...]

Next Entry

Recent Comments
  • No comments
Categories